Tuesday, 30 June 2009

Yemeni Airways

Selasa, 30 Juni 2009 - 10:01 wib


MORONI - Sebanyak 150penumpang pesawat maskapai penerbangan Yemenie Air yang jatuh di kepulauan Comoros,
Samudra Hindia, diyakini tewas.

"Hingga saat ini tidak ada kepastian ada korban yang selamat," kata Hamid Bourhane Menteri Dalam Negeri seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Pesawat maskapai penerbangan Yemenie Air yang jatuh di kepualuan Comoros, Samudra Hindia, take off dari bandara Paris, Prancis pada Senin pagi. Pesawat itu sempat mendarat di Yaman sebelum melanjutkan penerbangan ke Moroni, ibu kota negara kepulauan Comoros

Perwakilan otoritas keamanan penerbangan Agency for Aviation Security and Navigation in Africa and Madagascar (ASECNA), Ibrahim Kassim, mengatakan pesawat kemungkinan jatuh sekira lima hingga 10 kilometer dari pantai.

"Kami kira pesawat jatuh saat mendekati landasan bandara," kata Kassim. Dia menambahkan saat kejadian cuaca sangat buruk dan laut bergelombang tinggi.

Kepastian pesawat jatuh di laut juga disampaikan seorang pejabat bandara di Moroni. "Ada pesawat jatuh di laut," kata sumber itu. Namun pemerintah Yaman hingga saat ini belum memberikan komentar.

Seorang pejabat PBB di bandara yan menolak menyebutkan identitasnya menyatakan, menara kendali bandara sudah menerima pemberitahuan bahwa pesawat akan mendarat, namun tak lama kemudian hilang kontak.

Yemenie Air merupakan maskapai penerbangan yang 51 persen sahamnya dimiliki pemerintah Yaman. Sementara 49 persen dimiliki pemerintah Arab Saudi.

Yemenie memiliki dua unit pesawat jenis Airbus330-200, empat Airbus 310-330, dan empat Boeing 737-800

Pesawat Yaman Jatuh Berjenis Airbus 310


DUBAI - Pesawat yang jatuh di negara kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi waktu setempat itu, berjenis Airbus 310. Belum diketahui pasti lokasi jatuhnya pesawat yang dinaiki 153 (sebelumnya diberitakan 150) orang itu.

Pihak maskapai Yemen Airways seperti dikutip Reuters, Selasa (30./6/2009), mengonfirmasi jumlah penumpang dalam pesawat 142 orang dengan 11 kru.

"Belum ada," ujar seorang pejabat Yemen Airways saat ditanya kemungkinan korban selamat. Dia menambahkan di antara penumpang terdapat warga negara Prancis dan Comoros.

Pesawat nahas itu dalam perjalanan dari Sanaa, Yaman, menuju Motoni, ibu kota negara kepulauan Comoros.

Yemenie Air merupakan maskapai penerbangan yang 51 persen sahamnya dimiliki pemerintah Yaman. Sementara 49 persen dimiliki pemerintah Arab Saudi.

Yemenie memiliki dua unit pesawat jenis Airbus330-200, empat Airbus 310-330, dan empat Boeing 737-800.

Militer Prancis Cari Pesawat Yaman yang Jatuh


MORONI - Prancis mengerahkan pesawat militer untuk melakukan pencarian pesawat Yemeni Airways yang jatuh di negara kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi.

Sebagian dari penumpang pesawat merupakan warga negara Prancis. Pihak Yemen Airways melaporkan, pesawat jenis Airbus 310 itu berpenumpang 142 orang dan 11 kru.

"Dua pesawat militer telah meninggalkan Pulau Mayotte dan Reunion untuk mengidentidikasi lokasi jatuhnya pesawat. Sebuah kapal perang juga telah meninggalkan Mayotte," kata Hadji Madi Ali, Direktur Jenderal Bandara Internasional Moroni.seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Ini merupakan pesawat Airbus kedua yang jatuh ke laut selama bulan ini. Pada 1 Juni lalu, Airbus 330-200 jatuh di Samudra Atlantik dan menewaskan 228 penumpang dan kru.

Ini merupakan insiden jatuhnya pesawat kedua di kepulauan Comoros. Pada 1996 sebuah pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 767, jatuh ke laut setelah dibajak. Sebanyak 125 dari total 175 penumpang tewas.

Serpihan Pesawat Yaman Ditemukan


MORONI - Tim pencari berhasil menemukan serpihan pesawat maskapai Yemeni Airways yang dikabarkan jatuh di kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi.

"Pesawat pencari berhasil menemukan serpihan di lokasi yang dianggap sebagai tempat jatuhnya pesawat," kata Ibrahim Kassim, pejabat perwakilan organisasi keamanan penerbangan regional, the Agency for Aviation Security and Navigation in Africa and Madagascar (ASECNA).

"Kami masih belum menerima informasi tentang nasib penumpang," tambahnya seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Pesawat jenis Airbus 310 itu mengangkut 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat awalnya berangkat dari Paris, Prancis pada Senin pagi menuju ibu kota Yaman, Sanaa. Kemudian pesawat melanjutkan perjalanan menuju Moroni, ibu kota negara kepulauan Comoros.

Mayat Penumpang Pesawat Yaman Ditemukan


MORONI - Tim pencari mulai menemukan sejumlah mayat dari 153 penumpang dan kru pesawat Airbus A310 milik maskapai Yemeni Airways yang jatuh di Comoros, Samudra Hindia.

Namun seorang pejabat yang dikonfirmasi tidak dapat menyebutkan berapa korban yang ditemukan dan apakah ada korban yang selamat.

Dua pesawat militer dan sebuah kapal Prancis melewati kepulauan Mayotte dan Reunion di Samudra Hindia untuk mencari korban yang sebagian besar berkewarganegaraan Prancis dan Comoros.

"Pesawat pencari telah melihat ada puing-puing yang diduga merupakan titik kecelakaan," kata Ibrahim Kassim, seorang pejabat dari badan keamanan penerbangan ASECNA kepada Reuters, Selasa (30/6/2009).

Seorang pejabat Yemenia menyebutkan ada 142 penumpang dan tiga kru, termasuk tiga bayi dalam pesawat itu. Pesawat terbang dari Sanaa menuju Moroni, ibu kota negeri kepulauan itu.

"Kami belum memperoleh informasi mengenai penyebab di balik kecelakaan atau adanya korban selamat," kata Mohammad al-Sumairi, wakil manajer umum Yemenia.

Yang jelas, menurut dia, cuaca ketika peristiwa terjadi memang buruk. "Angin kencang dan laut sedang tinggi. Kecepatan angin di daratan tercatat 61 kilometer per jam. Mungkin ada faktor-faktor lainnya," ujar dia.

Insiden ini merupakan kecelakaan kedua yang dialami pesawat Airbus bulan ini. Sebelumnya pada 1 Juni sebuah pesawat Airbus A330-200 milik maskapai Aif France terjatuh di Samudra Atlantik dan menewaskan 228 penumpangnya.

Pada 1996, sebuah pesawat Boeing 767 milik Ethiopian Airlines juga terjatuh ke lautan Comoros, dan menewaskan 125 dari 175 penumpang dan kru.
(jri)

No comments:

Post a Comment