Friday, 3 July 2009

Pramugari Yemenia Airways


MADIUN - Sosok Rica Dwiyana Margaretha tiba-tiba menjadi perhatian di Tanah Air setelah tertimpa musibah dalam jatuhnya pesawat Yemenia Airways di Samudera Hindia, beberapa hari lalu.

Lantas siapa sebenarnya gadis asal Magetan, Jawa Timur itu? Rica merupakan alumnus SMA 6 Madiun, Jawa Timur. Selama tiga tahun, dia menghabiskan masa remajanya di sekolah yang tak jauh dari tempat kelahirannya itu.

"Rica anaknya pendiam tapi cerdas. Mata pelajaran yang paling menonjol pada dirinya adalah Bahasa Inggris," ujar guru Rica, Tri Sulastri di Madiun, Kamis (2/7/2009).

Dalam kesehariannya, putri Bapak Suyono itu dikenal sopan dan pandai bergaul. Dia senantiasa disukai teman-temannya. "Untuk sosialnya dia juga bagus," ujarnya.

Setelah tamat SMU, kata Sri, Rica melanjutkan pendidikannya ke sebuah sekolah pramugari di Yogyakarta selama satu tahun. Dan akhirnya bekerja sebagai sebagai pramugari di Maskapai Penerbangan Yemenia Airways di Yaman.

Wednesday, 1 July 2009

Bahia Selamat karena Terlempar dari Pesawat


PARIS - Bahia Bakari menjadi satu-satunya korban selamat pesawat Yemenia Air yang jatuh di Kepulauan Komoro, Samudra Hindia. Bahia selamat karena terlempar ke laut.

Orangtua Bahia, Kassim Bakari, mengatakan dirinya sempat dihubungi anaknya melalui telepon setelah menjalani perawatan di rumah sakit El Marouf, Moroni. Bahia mengaku tidak merasakan apa-apa setelah pesawat menghantam laut.

"Dia mengatakan terlempar dari pesawat," kata Kassim.

Ajaibnya lagi, perempuan yang tinggal di kota Merseille, Prancis itu, tidak mengalami luka serius, hanya retak tulang leher belakang yang menurut dokter tidak membahayakan. Dia juga mengalami luka bakar pada lutut.

Dokter yang menangani perempuan 12 tahun itu mengatakan, kondisinya sudah tidak membahayakan.

Pesawat Yemenia Air jatuh di Kepualuan Komoro, Samudra Hindia, Selasa lalu. Pesawat jenis Airbus 310-300 itu mengangkut 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat take off dari bandara Sanaa, Yaman, dan jatuh sesaat sebelum mendarat di Moroni, ibu kota Komoro.

Mantan pilot dan analis penerbangan John Cox seperti dikutip CNN, Kamis (2/7/2009), mengatakan kasus Bahia mengingatkannya pada tragedi jatuhnya pesawat Northwest di Detroit, Amerika Serikat, pada 1987. Hanya seorang anak perempuan berusia empat tahun yang selamat. Sementara 156 penumpang lainnya tewas.

Bahia, Gadis Beruntung

MORONI - Orangtua Bahia Bakari, satu-satunya korban selamat jatuhnya pesawat Yemenia Air, mengaku terkejut dengan kabar diselamatkannya anaknya. Bahia merupakan satu dari 153 penumpang pesawat nahas yang jatuh di Samudra Hindia itu.

"Dia gadis beruntung. Saya tidak menduga dia dapat selamat seperti itu," ungkap Kassim Bakari orangtua Bahia yang berdomisili di Prancis seperti dikutip AFP, Kamis (3/7/2009).

Kepada Menteri Kerja Sama Prancis Alain Joyandet saat tiba di Paris, Bahia bercertia saat-saat pesawat akan jatuh. Dia mengaku penumpang diinstruksikan untuk memasang sabut pengaman.

"Dia mengatakan saat itu penumpang diberi instruksi untuk memasang sabuk pengaman," kata Joyandet. Bahia mengaku saat itu dia merasakan seperti ada aliran listrik.

Bahia ditemukan sekira 10 jam setelah Yemenia Air dilaporkan jatuh, Selasa pagi. Remaja 12 tahun itu sempat menyelamatkan diri dengan berenang di antara mayat-mayat penumpang lainnya.

"Dia tidak dapat merasakan sesuatu saat itu. Dia mendengar suara orang-orang namun tidak bisa melihatnya karena suasana gelap," aku Kassim. Bahia sendiri ditemukan pada pukul 4 pagi waktu setempat.

Korban Selamat Yemeni Air Pulang ke Prancis


MORONI - Satu-satunya korban selamat jatuhnya pesawat Yemenia Air, Bahia Bakari, diterbangkan pulang ke Prancis, Rabu waktu setempat, menggunakan pesawat pemerintah Prancis.

Bahia merupakan satu-satunya korban selamat yang sampai saat ini ditemukan. Otoritas di Moroni mengungkapkan, sangat kecil kemungkinan ditemukan korban lain yang selamat.

"Si kecil Bahia sedang di pesawat," kata Alain Joyandet Menteri Kerja Sama Prancis seperti dikutip AFP, Kamis (2/7/2009).

Menurut Joyandet, dokter membolehkan perempuan berusia 12 tahun itu (sebelumnya diberitakan 14 tahun) untuk pulang karena tidak terjadi masalah serius dengannya, meski dia mengalami patah tulang leher belakang dan luka bakar pada lututnya.

Bahia diselamatkan 10 jam setelah pesawat Yemenia Air dilaporkan jatuh di Kepulauan Komoro, Samudra Hindia, Selasa lalu. Bahia merupakan satu dari 153 orang yang berada dalam pesawat nahas berjenis Airbus 310-300 itu.

Pesawat ditumpangi delapan kewarganegaraan (selain Komoro). Di antaranya Prancis, Yaman, Ethiopia, Filipina, Palestina, dan Indonesia.

Posisi Kotak Hitam Yemenia Air Diketahui


PARIS - Keberadaan kotak hitam berisi rekaman penerbangan pesawat Yemenia Air yang jatuh di perairan Kepulauan Komoro, Samudra Hindia, telah diketahui. Upaya untuk mendapatkan rekaman itu akan dimulai hari ini.

"Sinyal kotak hitam diketahui kemarin (Selasa) pukul 16.30 waktu lokal (12.30 GMT) oleh patroli udara, 40 kilometer dari Grande Comore," ujar juru bicara di kementerian Prancis Alain Joyandet yang dikutip kantor berita AFP, Rabu (1/7/2009).

Pesawat tersebut terjun ke laut dalam cuaca buruk bersama 153 penumpangnya. Hanya satu orang yang sejauh ini ditemukan selamat, yaitu seorang gadis 14 tahun (ada yang menyebut bocah 5 tahun). Di antara penumpang adalah 66 warga negara Prancis yang terbang dari ibu kota Yaman, Sanaa, menuju Komoro.

Sebuah kapal Prancis telah dikirim ke lokasi untuk memulai operasi pencarian. Kementerian Transportasi Prancis sebelumnya mengatakan bahwa pesawat jenis Airbus A310 telah dilarang di Prancis karena adanya sejumlah ketidakberesan.

Sementara itu, upaya pencarian yang dilakukan pada di hari kedua ini belum membuahkan hasil. Tidak ada lagi korban selamat yang ditemukan.

"Sampai sekarang kami belum menemukan korban selamat lainnya, namun kami tidak putus harapan," kata Wakil Presiden Komoro Idi Nadhoim kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Ada 8 Kewarganegaraan di Pesawat Yaman yang Jatuh

MORONI - Maskapai Yemenia Air menyatakan ada delapan kewarganegaraan (selain Komoro) yang menumpang pesawat nahas yang jatuh di kepulauan Komoro, Samudra Hindia, Selasa kemarin.

Seperti dikutip Reuters, Rabu (1/7/2009), kedelapan kewarganegaraan itu adalah, Kanada, Prancis, Ethiopia, Maroko, Palestina, Filipina, Yaman, dan Indonesia.

Hingga saat ini, baru satu korban selamat yang ditemukan. Reuters melaporkan remaja 14 tahun bernama Bakari Bahia (sebelumnya dilpaorkan anak lima tahun) ditemukan selamat setelah berenang di antara korban tewas pesawat jenis Airbus 310-300 itu pada Selasa waktu setempat.

"Kondisi kesehatannya tidak membahayakan. Dia sempat syok tapi bisa ditenangkan," kata Ben Imani dokter rumah sakit El Marouf, Moroni.

Pesawat mengangkut 142 penumpang dan 11 kru, di mana 66 di antaranya merupakan warga Prancis.

Pejabat pemerintah Komoro menyatakan, Prancis telah mengirim dua pesawat militer dan satu kapal untuk membantu pencarian. Amerika Serikat juga mengirim helikopter dan sebuah kapal.

Berenang di Antara Mayat Sebelum Diselamatkan

MORONI - Satu korban selamat jatuhnya pesawat Yemeni Airways berhasil dievakuasi. Perempuan 14 tahun sempat berenang di antara mayat-mayat sebelum diselamatkan.

"Perempuan berusia 14 tahun tiba di rumah sakit El Maarouf. Kondisinya saat ini telah membaik," kata Ramulati Ben Ali, juru bicara Palang Merah seperti dikutip AFP, Rabu (1/7/2009).

Sebelumnya Reuters melaporkan satu korban selamat, yaitu bocah berusia lima tahun juga ditemukan.

Polisi menyatakan perempuan itu ditemukan sekira pukul 4 pagi waktu setempat. "Kami sempat melempar tali, namun dia tak berhasil menangkapnya. Dia terus berenang, berenang di antara gelombang dan kami mendapatkannya," kata seorang polisi.

Perempuan itu tinggal di selatan kota Marseille, Prancis, dan sedang bepergian bersama ibunya ke Comoro. Koordinator Solidaritas Pekerja Marseille Abdallah Ibrahim mengatakan, perempuan itu bernama Bakari Baya.

Diberitakan sebelumnya pesawat jenis Airbus 310-300 itu jatuh pada Selasa pagi di kepulauan Comoros, Samudra Hindia. Pesawat mengangkut 142 penumpang dan 11 kru. Di antara kru terdapat warga negara Indonesia

Tuesday, 30 June 2009

Yemeni Airways

Selasa, 30 Juni 2009 - 10:01 wib


MORONI - Sebanyak 150penumpang pesawat maskapai penerbangan Yemenie Air yang jatuh di kepulauan Comoros,
Samudra Hindia, diyakini tewas.

"Hingga saat ini tidak ada kepastian ada korban yang selamat," kata Hamid Bourhane Menteri Dalam Negeri seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Pesawat maskapai penerbangan Yemenie Air yang jatuh di kepualuan Comoros, Samudra Hindia, take off dari bandara Paris, Prancis pada Senin pagi. Pesawat itu sempat mendarat di Yaman sebelum melanjutkan penerbangan ke Moroni, ibu kota negara kepulauan Comoros

Perwakilan otoritas keamanan penerbangan Agency for Aviation Security and Navigation in Africa and Madagascar (ASECNA), Ibrahim Kassim, mengatakan pesawat kemungkinan jatuh sekira lima hingga 10 kilometer dari pantai.

"Kami kira pesawat jatuh saat mendekati landasan bandara," kata Kassim. Dia menambahkan saat kejadian cuaca sangat buruk dan laut bergelombang tinggi.

Kepastian pesawat jatuh di laut juga disampaikan seorang pejabat bandara di Moroni. "Ada pesawat jatuh di laut," kata sumber itu. Namun pemerintah Yaman hingga saat ini belum memberikan komentar.

Seorang pejabat PBB di bandara yan menolak menyebutkan identitasnya menyatakan, menara kendali bandara sudah menerima pemberitahuan bahwa pesawat akan mendarat, namun tak lama kemudian hilang kontak.

Yemenie Air merupakan maskapai penerbangan yang 51 persen sahamnya dimiliki pemerintah Yaman. Sementara 49 persen dimiliki pemerintah Arab Saudi.

Yemenie memiliki dua unit pesawat jenis Airbus330-200, empat Airbus 310-330, dan empat Boeing 737-800

Pesawat Yaman Jatuh Berjenis Airbus 310


DUBAI - Pesawat yang jatuh di negara kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi waktu setempat itu, berjenis Airbus 310. Belum diketahui pasti lokasi jatuhnya pesawat yang dinaiki 153 (sebelumnya diberitakan 150) orang itu.

Pihak maskapai Yemen Airways seperti dikutip Reuters, Selasa (30./6/2009), mengonfirmasi jumlah penumpang dalam pesawat 142 orang dengan 11 kru.

"Belum ada," ujar seorang pejabat Yemen Airways saat ditanya kemungkinan korban selamat. Dia menambahkan di antara penumpang terdapat warga negara Prancis dan Comoros.

Pesawat nahas itu dalam perjalanan dari Sanaa, Yaman, menuju Motoni, ibu kota negara kepulauan Comoros.

Yemenie Air merupakan maskapai penerbangan yang 51 persen sahamnya dimiliki pemerintah Yaman. Sementara 49 persen dimiliki pemerintah Arab Saudi.

Yemenie memiliki dua unit pesawat jenis Airbus330-200, empat Airbus 310-330, dan empat Boeing 737-800.

Militer Prancis Cari Pesawat Yaman yang Jatuh


MORONI - Prancis mengerahkan pesawat militer untuk melakukan pencarian pesawat Yemeni Airways yang jatuh di negara kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi.

Sebagian dari penumpang pesawat merupakan warga negara Prancis. Pihak Yemen Airways melaporkan, pesawat jenis Airbus 310 itu berpenumpang 142 orang dan 11 kru.

"Dua pesawat militer telah meninggalkan Pulau Mayotte dan Reunion untuk mengidentidikasi lokasi jatuhnya pesawat. Sebuah kapal perang juga telah meninggalkan Mayotte," kata Hadji Madi Ali, Direktur Jenderal Bandara Internasional Moroni.seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Ini merupakan pesawat Airbus kedua yang jatuh ke laut selama bulan ini. Pada 1 Juni lalu, Airbus 330-200 jatuh di Samudra Atlantik dan menewaskan 228 penumpang dan kru.

Ini merupakan insiden jatuhnya pesawat kedua di kepulauan Comoros. Pada 1996 sebuah pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 767, jatuh ke laut setelah dibajak. Sebanyak 125 dari total 175 penumpang tewas.

Serpihan Pesawat Yaman Ditemukan


MORONI - Tim pencari berhasil menemukan serpihan pesawat maskapai Yemeni Airways yang dikabarkan jatuh di kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa pagi.

"Pesawat pencari berhasil menemukan serpihan di lokasi yang dianggap sebagai tempat jatuhnya pesawat," kata Ibrahim Kassim, pejabat perwakilan organisasi keamanan penerbangan regional, the Agency for Aviation Security and Navigation in Africa and Madagascar (ASECNA).

"Kami masih belum menerima informasi tentang nasib penumpang," tambahnya seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6/2009).

Pesawat jenis Airbus 310 itu mengangkut 142 penumpang dan 11 kru. Pesawat awalnya berangkat dari Paris, Prancis pada Senin pagi menuju ibu kota Yaman, Sanaa. Kemudian pesawat melanjutkan perjalanan menuju Moroni, ibu kota negara kepulauan Comoros.

Mayat Penumpang Pesawat Yaman Ditemukan


MORONI - Tim pencari mulai menemukan sejumlah mayat dari 153 penumpang dan kru pesawat Airbus A310 milik maskapai Yemeni Airways yang jatuh di Comoros, Samudra Hindia.

Namun seorang pejabat yang dikonfirmasi tidak dapat menyebutkan berapa korban yang ditemukan dan apakah ada korban yang selamat.

Dua pesawat militer dan sebuah kapal Prancis melewati kepulauan Mayotte dan Reunion di Samudra Hindia untuk mencari korban yang sebagian besar berkewarganegaraan Prancis dan Comoros.

"Pesawat pencari telah melihat ada puing-puing yang diduga merupakan titik kecelakaan," kata Ibrahim Kassim, seorang pejabat dari badan keamanan penerbangan ASECNA kepada Reuters, Selasa (30/6/2009).

Seorang pejabat Yemenia menyebutkan ada 142 penumpang dan tiga kru, termasuk tiga bayi dalam pesawat itu. Pesawat terbang dari Sanaa menuju Moroni, ibu kota negeri kepulauan itu.

"Kami belum memperoleh informasi mengenai penyebab di balik kecelakaan atau adanya korban selamat," kata Mohammad al-Sumairi, wakil manajer umum Yemenia.

Yang jelas, menurut dia, cuaca ketika peristiwa terjadi memang buruk. "Angin kencang dan laut sedang tinggi. Kecepatan angin di daratan tercatat 61 kilometer per jam. Mungkin ada faktor-faktor lainnya," ujar dia.

Insiden ini merupakan kecelakaan kedua yang dialami pesawat Airbus bulan ini. Sebelumnya pada 1 Juni sebuah pesawat Airbus A330-200 milik maskapai Aif France terjatuh di Samudra Atlantik dan menewaskan 228 penumpangnya.

Pada 1996, sebuah pesawat Boeing 767 milik Ethiopian Airlines juga terjatuh ke lautan Comoros, dan menewaskan 125 dari 175 penumpang dan kru.
(jri)

Pesawat 150 Penumpang Jatuh di Samudra Hindia

Selasa, 30 Juni 2009 - 09:16 wib

MORONI - Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Yaman, Yemenie Air, dilaporkan jatuh di Kepulauan Comoros, Samudra Hindia, Selasa dini hari. Belum diketahui nasib 150 penumpangnya.

"Kami tidak dapat memastikan ada korban yang selamat dari sebanyak 150 orang dalam pesawat," ungkap Idi Nadhoim, Wakil Presiden Comoros seperti dikutip Reuters, Rabu (30/6/2009).

Nadhoim mengatakan pesawat jatuh pada Selasa pagi. Namun dia bemum bisa memberikan laporan lebih terperinci. Lokasi jatuhnya pesawat juga belum diketahui.

Pekerja medis sudah diminta bersiaga di kota Mitsamiouli, di pulau utama Grande Comore.

"Sumber di kepolisian Comoros menyatakan, pesawat kemungkinan jatuh di laut. "Kami benar-benar tidak memilik iperlengkapan untuk melakukan penyelamatan di laut," kata sumber itu.

Comoros merupakan kepulauan yang terdiri dari tiga pulau, yaitu Grande Comore, Anjouan, dan Moheli. Lokasinya sekira 300 kilometer barat laut Madagaskar, Afrika.
(ton)